Daftar Isi
- Suasana Retret yang Menyegarkan
- Bertiga Satu Tenda, Kisah Persahabatan yang Tak Terduga
- Tidur Pulas di Tengah Alam
- Manfaat Retret bagi Kepemimpinan Daerah
- Kesimpulan
Cerita Masinton Ikut Retret Kepala Daerah: Tidur Pulas, Bertiga Satu Tenda

Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, baru-baru ini membagikan pengalaman menariknya saat mengikuti kegiatan retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam tersebut, memberikan pengalaman unik bagi politisi PDI Perjuangan ini, terutama momen berbagi tenda dengan dua kepala daerah lainnya. Kisah tersebut bukan sekadar cerita biasa, tetapi juga memberikan gambaran tentang dinamika dan keakraban yang terjalin di antara para pemimpin daerah.
Suasana Retret yang Menyegarkan
Retret yang digelar pada tanggal 10-12 November 2023 di sebuah lokasi yang masih asri di Magelang, menawarkan suasana yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Udara sejuk pegunungan dan pemandangan alam yang indah menjadi latar belakang kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan mempererat silaturahmi antar kepala daerah. Masinton, yang turut diundang sebagai narasumber, mengaku sangat menikmati suasana tersebut. Ia menyebutkan, kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para kepala daerah dalam suasana yang santai dan informal memberikan perspektif baru dalam memahami tantangan dan solusi pembangunan daerah.
Selama retret, berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari presentasi materi tentang kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang baik, hingga sesi diskusi dan sharing pengalaman antar peserta. Tak hanya itu, kegiatan outbond juga menjadi bagian penting dari retret untuk menumbuhkan rasa kekompakan dan kerjasama tim. Masinton aktif berpartisipasi dalam semua kegiatan, bahkan ia terlihat antusias mengikuti sesi outbond yang menguji kemampuan fisik dan mental para peserta.
Bertiga Satu Tenda, Kisah Persahabatan yang Tak Terduga
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Masinton selama retret adalah pengalamannya berbagi tenda dengan dua kepala daerah lainnya. Mereka bertiga menghabiskan dua malam di dalam satu tenda, berbagi cerita, bertukar pikiran, bahkan saling bercanda. Ketiga pemimpin daerah ini, meski berasal dari daerah yang berbeda dan memiliki latar belakang yang beragam, mampu membangun keakraban yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa dibalik perbedaan, terdapat persamaan tujuan dan semangat untuk membangun bangsa dan negara.
Masinton tidak menyebutkan nama dua kepala daerah yang satu tenda dengannya, namun ia menceritakan betapa nyamannya suasana di dalam tenda. Mereka bertiga saling menghormati dan saling menghargai, menciptakan suasana yang kondusif untuk beristirahat dan bertukar pikiran. Meskipun ruangan di dalam tenda terbatas, mereka mampu menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh keakraban. “Rasanya seperti kembali ke masa kuliah, berbagi cerita dan pengalaman sampai larut malam,” ujar Masinton, menirukan perasaannya.
Kedekatan yang terjalin di dalam tenda bukan hanya sekedar berbagi tempat tidur, tetapi juga berbagi pikiran dan pengalaman. Mereka berdiskusi tentang berbagai isu strategis, mulai dari permasalahan pembangunan daerah hingga tantangan dalam memimpin pemerintahan. Dalam suasana yang informal dan santai, mereka mampu bertukar pikiran dan saling memberikan masukan satu sama lain.
Tidur Pulas di Tengah Alam
Meski berbagi tenda bertiga, Masinton mengaku bisa tidur dengan nyenyak. Udara sejuk pegunungan dan suasana yang tenang memberikan kenyamanan yang luar biasa. Kehadiran dua kepala daerah lainnya justru membuat suasana terasa lebih hangat dan akrab, sehingga ia merasa seperti berada di tengah keluarga. Tidak ada rasa canggung atau tidak nyaman, semuanya terasa natural dan mengalir begitu saja.
Pengalaman tidur pulas di tengah alam, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, menjadi salah satu momen yang tak terlupakan bagi Masinton. Ia mengaku bahwa retret di Magelang ini bukan hanya meningkatkan kapasitas kepemimpinannya, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun hubungan dan kerjasama dengan para kepala daerah lainnya.
Manfaat Retret bagi Kepemimpinan Daerah
Retret kepala daerah di Magelang tersebut, menurut Masinton, memberikan manfaat yang sangat besar bagi para pemimpin daerah. Selain meningkatkan kapasitas kepemimpinan, retret juga memberikan kesempatan bagi para kepala daerah untuk saling bertukar informasi dan pengalaman, membangun jaringan kerja sama, serta memperkuat solidaritas antar daerah. Hal ini sangat penting dalam konteks pembangunan nasional, dimana sinergi dan kolaborasi antar daerah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih optimal.
Masinton berharap kegiatan retret seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pembangunan daerah dan negara. Menurutnya, kegiatan ini sangat efektif dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan mempererat hubungan antar pemimpin daerah.
Kesimpulan
Pengalaman Masinton Pasaribu dalam retret kepala daerah di Magelang, khususnya momen berbagi tenda dengan dua kepala daerah lainnya, menjadi kisah menarik yang mencerminkan dinamika dan keakraban antar pemimpin daerah. Retret tersebut bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan demi pembangunan daerah yang lebih baik. Kisah tidur pulas bertiga dalam satu tenda menjadi simbol dari kekompakan dan keakraban yang terjalin di antara para pemimpin daerah, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Selain itu, pengalaman ini juga menunjukkan bahwa terjalinnya hubungan personal yang baik di luar konteks formal dapat meningkatkan kerjasama dan efektivitas pemerintahan. Harapannya, momen-momen seperti ini dapat terus diwujudkan dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk kemajuan Indonesia.