Daftar Isi
- Penertiban Parkir Liar dan Premanisme di Kawasan Monas
- Modus Operandi Premanisme di Kawasan Monas
- Dampak Negatif Parkir Liar dan Premanisme
- Dukungan Masyarakat terhadap Penertiban
- Langkah Preventif Mengatasi Parkir Liar dan Premanisme
- Evaluasi dan Kesimpulan
Polisi Tertibkan Parkir Liar dan Aksi Premanisme di Kawasan Monas Jakarta

Penertiban Parkir Liar dan Premanisme di Kawasan Monas
Jakarta, 5 April 2025 – Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) pada hari ini melakukan penertiban besar-besaran terhadap parkir liar dan aksi premanisme di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Aksi ini merupakan respon atas keluhan masyarakat akan semakin maraknya parkir liar yang tidak hanya mengganggu ketertiban lalu lintas, tetapi juga memicu aksi premanisme yang meresahkan. Penertiban yang dimulai pukul 08.00 WIB ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di kawasan Monas. “Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung ke Monas. Parkir liar dan aksi premanisme ini sudah sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan publik,” ujar Kombes Pol. Endra Zulpan dalam keterangan pers di lokasi penertiban.
Operasi ini difokuskan pada area sekitar Monas, khususnya di sepanjang jalan dan trotoar yang kerap dijadikan tempat parkir liar. Petugas gabungan menindak tegas kendaraan yang parkir sembarangan dengan memberikan tindakan berupa tilang dan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi premanisme, seperti pungutan liar dan intimidasi terhadap pengunjung Monas.
Modus Operandi Premanisme di Kawasan Monas
Modus operandi premanisme di kawasan Monas beragam. Beberapa preman kerap meminta uang kepada pengendara yang parkir di tempat terlarang. Mereka mengancam akan merusak kendaraan jika pengendara menolak memberikan uang. Selain itu, ada juga preman yang menawarkan jasa parkir ilegal dengan tarif yang jauh lebih tinggi daripada tarif resmi. Mereka memanfaatkan kelengahan pengunjung dan situasi lalu lintas yang padat.
Beberapa saksi mata mengungkapkan bahwa para preman ini terorganisir dan beroperasi secara sistematis. Mereka memiliki jaringan dan bekerja sama untuk memaksimalkan keuntungan. Keberadaan mereka telah lama menjadi momok bagi pengunjung Monas, sehingga penertiban ini sangat dinantikan oleh masyarakat.
Dampak Negatif Parkir Liar dan Premanisme
Parkir liar dan aksi premanisme di kawasan Monas menimbulkan dampak negatif yang cukup signifikan. Selain mengganggu ketertiban lalu lintas dan menimbulkan kemacetan, hal ini juga membuat kawasan Monas terlihat kumuh dan tidak terawat. Hal ini tentu saja mengurangi keindahan dan nilai estetika Monas sebagai ikon kota Jakarta.
Lebih jauh lagi, aksi premanisme ini menciptakan rasa tidak aman dan nyaman bagi pengunjung Monas. Banyak pengunjung yang merasa takut dan khawatir akan menjadi korban kejahatan. Hal ini jelas sangat merugikan citra Monas sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta.
Dukungan Masyarakat terhadap Penertiban
Penertiban parkir liar dan aksi premanisme di kawasan Monas mendapat dukungan positif dari masyarakat. Banyak warga yang telah lama mengeluhkan kondisi tersebut dan berharap agar pihak berwajib dapat bertindak tegas. Di media sosial, tagar #MonasBersih dan #BebasPremanisme menjadi trending topic, menunjukkan keprihatinan dan dukungan masyarakat terhadap upaya penertiban ini.
“Saya sangat mendukung penertiban ini. Sudah lama saya merasa terganggu dengan parkir liar dan premanisme di sekitar Monas. Semoga penertiban ini dapat berkelanjutan dan kawasan Monas benar-benar bersih dari preman,” ungkap seorang warga bernama Budi Santoso.
Langkah Preventif Mengatasi Parkir Liar dan Premanisme
Penertiban yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif. Polda Metro Jaya berencana untuk meningkatkan patroli di kawasan Monas dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menata ulang sistem parkir di kawasan tersebut. Mereka juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi peraturan parkir.
Selain itu, pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan setiap aksi premanisme dan pelanggaran hukum lainnya juga digarisbawahi. Kerjasama antara pihak berwajib dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Evaluasi dan Kesimpulan
Penertiban parkir liar dan aksi premanisme di kawasan Monas pada 5 April 2025 merupakan langkah penting dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di kawasan tersebut. Keberhasilan operasi ini tidak hanya dilihat dari jumlah kendaraan yang ditindak dan pelaku premanisme yang diamankan, tetapi juga dari dampak jangka panjangnya dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Evaluasi dan monitoring berkelanjutan diperlukan untuk memastikan efektivitas penertiban dan mencegah terjadinya kembali pelanggaran serupa.
Ke depan, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara kepolisian, Satpol PP, Dishub, dan masyarakat untuk menciptakan Monas yang bersih, tertib, dan aman bagi seluruh pengunjung. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan kepatuhan terhadap peraturan parkir juga menjadi kunci keberhasilan dalam jangka panjang. Dengan langkah-langkah preventif dan represif yang terintegrasi, diharapkan kawasan Monas dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan aman bagi semua warga Jakarta dan wisatawan. Penertiban ini diharapkan menjadi contoh bagi penertiban serupa di kawasan-kawasan lain di Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan di seluruh wilayah Jakarta.