Daftar Isi
- Peringatan Keras dari Tokoh Betawi
- Bukan Sekedar Ancaman, Tapi Teguran Keras
- Dukungan dari Berbagai Pihak
- Sejarah Peringatan Terhadap Hercules
- Harapan Akan Penegakan Hukum yang Tegas
- Langkah Konkret untuk Memberantas Premanisme
- Kesimpulan
Setelah Jenderal Gatot, Giliran Jawara Betawi yang Peringatkan Hercules: Kau Jangan Merasa Hebat

Jakarta, 27 Oktober 2023 – Nama Hercules kembali menjadi sorotan setelah sejumlah tindakan premanisme yang dilakukan kelompoknya. Setelah peringatan keras dari Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, kini giliran jawara Betawi yang turut angkat bicara. Mereka menyampaikan pesan tegas kepada Hercules dan kelompoknya agar menghentikan aksi-aksi premanisme dan tidak lagi merasa kebal hukum.
Peringatan Keras dari Tokoh Betawi
Haji Romli, salah satu tokoh masyarakat Betawi yang dikenal disegani, menyatakan keprihatinannya atas beredarnya kabar mengenai aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh kelompok Hercules. Dalam pernyataan resminya di Jakarta, 27 Oktober 2023, Haji Romli menekankan bahwa Betawi adalah tanah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan, keadilan, dan persatuan. Aksi-aksi premanisme yang dilakukan Hercules dan kelompoknya dinilai telah mencoreng citra Betawi dan merusak kedamaian masyarakat.
“Betawi bukanlah tempat bagi premanisme. Kami tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba mengganggu ketertiban dan keamanan di wilayah kami,” tegas Haji Romli. Ia juga menambahkan bahwa tindakan Hercules dan kelompoknya tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga merusak nama baik budaya Betawi yang selama ini dikenal ramah dan toleran.
Bukan Sekedar Ancaman, Tapi Teguran Keras
Pernyataan Haji Romli bukan sekadar ancaman semata, tetapi merupakan teguran keras kepada Hercules dan kelompoknya. Ia menekankan bahwa masyarakat Betawi memiliki kekuatan dan persatuan yang solid. Jika Hercules dan kelompoknya tidak menghentikan aksi-aksi premanisme, maka siap-siap menghadapi konsekuensi yang lebih serius. Haji Romli mengajak seluruh elemen masyarakat Betawi untuk bersatu dan melawan segala bentuk tindakan premanisme yang mengancam keamanan dan ketertiban umum.
“Kami bukan hanya akan melaporkan kepada pihak berwajib, tetapi juga akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan adat dan budaya Betawi. Hercules jangan merasa hebat dan kebal hukum. Hukum tetap berlaku untuk semua orang,” ujar Haji Romli dengan nada tegas.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Pernyataan Haji Romli mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Banyak tokoh masyarakat Betawi lainnya yang menyatakan solidaritas dan siap mendukung langkah-langkah yang akan diambil untuk memberantas premanisme di wilayah Betawi. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai organisasi masyarakat dan pemuda Betawi yang merasa prihatin atas aksi-aksi Hercules dan kelompoknya.
“Kami berharap pihak kepolisian dapat bertindak tegas dan memberikan sanksi yang setimpal kepada Hercules dan kelompoknya. Jangan sampai aksi-aksi premanisme ini terus berulang dan meresahkan masyarakat,” ujar Surya, salah satu pemuda Betawi yang ikut serta dalam aksi dukungan terhadap pernyataan Haji Romli.
Sejarah Peringatan Terhadap Hercules
Peringatan terhadap Hercules bukan kali ini saja terjadi. Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat publik telah beberapa kali memberikan peringatan keras kepada Hercules agar menghentikan kegiatan premanismenya. Sebelumnya, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo juga telah memberikan peringatan serupa kepada Hercules dan meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas.
Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi premanisme di Indonesia. Ia meminta agar Hercules dan kelompoknya bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi Hercules dan kelompoknya.
Harapan Akan Penegakan Hukum yang Tegas
Baik pernyataan Haji Romli maupun Jenderal Gatot Nurmantyo, menunjukkan keprihatinan yang mendalam atas maraknya aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh kelompok Hercules. Peringatan-peringatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Kini, bola berada di pihak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memberikan sanksi yang setimpal kepada Hercules dan kelompoknya.
Masyarakat berharap agar penegakan hukum dapat berjalan secara adil dan transparan. Jangan sampai Hercules dan kelompoknya merasa kebal hukum dan terus beraksi seenaknya. Tindakan tegas diperlukan untuk memberikan efek jera dan mencegah terjadinya aksi-aksi premanisme serupa di masa mendatang.
Langkah Konkret untuk Memberantas Premanisme
Selain penegakan hukum yang tegas, diperlukan juga langkah-langkah konkret untuk memberantas premanisme secara menyeluruh. Hal ini memerlukan kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Peningkatan patroli dan pengawasan di wilayah rawan premanisme.
- Peningkatan kerjasama antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
- Pemberian sanksi yang tegas dan setimpal kepada pelaku premanisme.
- Peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya premanisme.
- Penyediaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah terjadinya premanisme.
Dengan adanya kerjasama dan langkah-langkah konkret tersebut, diharapkan premanisme dapat diberantas secara menyeluruh dan masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, dan damai.
Kesimpulan
Peringatan keras dari Haji Romli dan Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan bentuk kepedulian dan teguran bagi Hercules dan kelompoknya. Aksi-aksi premanisme harus dihentikan dan penegakan hukum harus dijalankan secara tegas. Hanya dengan kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, premanisme dapat diberantas secara menyeluruh.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, dan Indonesia dapat terbebas dari ancaman premanisme.