Daftar Isi
- Doa Penerima Zakat Mal
- Waktu Terbaik Mengucapkan Doa
- Asnaf Penerima Zakat Mal: Delapan Golongan yang Berhak
- Pentingnya Doa dan Kesadaran dalam Memberi dan Menerima Zakat
- Contoh Implementasi di Masyarakat
- Kesimpulan
Doa Menerima Zakat Mal: Simak Siapa Saja yang Berhak

Di Indonesia, khususnya pada bulan Ramadhan, kegiatan berbagi dan menunaikan zakat begitu terasa. Zakat mal, zakat harta kekayaan, menjadi salah satu rukun Islam yang sangat penting. Selain kewajiban bagi yang mampu, penerimaan zakat juga memiliki adab dan doa khusus. Artikel ini akan membahas doa yang dipanjatkan saat menerima zakat mal, serta menjelaskan secara rinci siapa saja yang berhak menerimanya.
Doa Penerima Zakat Mal
Tidak ada satu doa khusus yang baku dalam menerima zakat mal. Namun, inti dari doa tersebut adalah ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan dan harapan agar zakat yang diterima menjadi berkah serta bermanfaat. Berikut contoh doa yang dapat dipanjatkan:
“Allahumma innaa nas’aluka min fadlika wa karamika wa tawfiqika, wa naz’aluka bi hadzihil maalil zakat, an taj’alahu barokatan lana, wa taqabbalahu minnaa wa minmu’tihi, wa jazahullahu khairan, wa ja’alahu sababan li fadlika wa rahmatika, wa yaj’aluna min ash-shaalihiin wa mutaqiiin. Amin.”
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau atas karunia dan kemurahan Engkau serta pertolongan Engkau. Kami memohon kepada Engkau dengan harta zakat ini, semoga Engkau jadikan sebagai keberkahan bagi kami, dan Engkau terima dari kami dan dari pemberi zakat, dan Engkau beri pahala kebaikan kepadanya, dan jadikan sebagai sebab atas karunia dan rahmat Engkau, dan jadikan mereka termasuk orang-orang yang shaleh dan bertaqwa. Amin.”
Doa tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan pemahaman masing-masing. Yang terpenting adalah niat tulus dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Waktu Terbaik Mengucapkan Doa
Tidak ada waktu spesifik yang diharuskan untuk memanjatkan doa penerimaan zakat. Namun, dianjurkan untuk berdoa setelah menerima zakat, baik secara langsung maupun melalui lembaga amil zakat (LAZ). Mengucapkan doa tersebut sesaat setelah menerima zakat akan lebih khusyuk dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disarankan pula untuk membaca doa tersebut dengan khusyuk dan penuh kesadaran.
Asnaf Penerima Zakat Mal: Delapan Golongan yang Berhak
Al-Quran dan Hadits menjelaskan secara detail delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat mal. Pemberian zakat haruslah tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Kedelapan asnaf tersebut adalah:
1. Fakir
Fakir adalah orang yang sangat miskin dan tidak memiliki harta benda yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya sehari-hari. Mereka benar-benar kekurangan dan sangat membutuhkan bantuan.
2. Miskin
Miskin adalah orang yang memiliki harta benda, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Mereka masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimalnya.
3. Amil Zakat
Amil zakat adalah orang yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat sebagai imbalan atas jasa dan kerja keras mereka.
4. Muallaf
Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk memperkuat keimanan dan keislamannya. Bantuan berupa materi dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.
5. Riqab
Riqab adalah budak yang memerdekakan dirinya sendiri dengan membayar tebusan. Zakat dapat membantu mereka untuk membayar tebusan dan memperoleh kemerdekaan.
6. Gharim
Gharim adalah orang yang memiliki hutang, terutama hutang yang diakibatkan karena kebutuhan hidup yang mendesak. Zakat dapat digunakan untuk melunasi sebagian atau seluruh hutang mereka.
7. Fisabilillah
Fisabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah SWT, seperti pejuang kemerdekaan, da’i, guru agama, dan lain sebagainya. Zakat diberikan untuk mendukung perjuangan mereka dalam menyebarkan agama Islam dan kemaslahatan umat.
8. Ibnu Sabil
Ibnu sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal. Mereka membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Pentingnya Doa dan Kesadaran dalam Memberi dan Menerima Zakat
Memberi dan menerima zakat bukan hanya sekadar transaksi materi, melainkan juga ibadah yang penuh makna. Doa yang dipanjatkan saat menerima zakat menunjukkan rasa syukur dan harapan agar zakat yang diterima dapat membawa keberkahan. Kesadaran akan siapa saja yang berhak menerima zakat juga sangat penting agar penyaluran zakat dapat tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Di era modern ini, kita dapat menunaikan zakat melalui berbagai lembaga amil zakat (LAZ) yang terpercaya. LAZ memiliki mekanisme penyaluran zakat yang terstruktur dan transparan, sehingga kita dapat memastikan zakat kita sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Pilihlah LAZ yang memiliki reputasi baik dan telah terverifikasi.
Contoh Implementasi di Masyarakat
Pada tanggal 17 April 2024, di Masjid Agung Semarang, Bapak Ahmad Rofi’i, seorang pengusaha sukses, menyalurkan zakat malnya melalui LAZISMU. Beliau memanjatkan doa setelah menyerahkan zakatnya, memohon agar zakat tersebut dapat memberikan manfaat bagi para mustahik. LAZISMU kemudian menyalurkan zakat tersebut kepada berbagai asnaf, meliputi fakir miskin di sekitar Semarang, bantuan pendidikan bagi anak yatim, dan program pemberdayaan ekonomi untuk para muallaf.
Contoh lain, di Desa Sukasari, Jawa Barat, pada 25 April 2024, Ibu Ani Lestari, seorang petani, menerima zakat dari tetangganya. Setelah menerima zakat tersebut, beliau langsung memanjatkan doa syukur dan memohon agar zakat tersebut dapat menjadi berkah bagi keluarganya. Zakat yang diterimanya digunakan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak dan membeli kebutuhan pokok keluarganya.
Kesimpulan
Menunaikan zakat mal merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Penerimaan zakat juga memiliki adab dan doa khusus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang doa menerima zakat mal dan siapa saja yang berhak menerimanya. Mari kita senantiasa meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap sesama dengan menunaikan zakat dengan tepat dan penuh keikhlasan.