“`html
Daftar Isi
- Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pendengaran
- Rangkaian Kegiatan Pekan Bakti Sosial
- Sasaran dan Harapan Pekan Bakti Sosial
- Kerja Sama Antar Lembaga
- Pentingnya Pencegahan
- Kesimpulan
“`
Pekan Bakti Sosial Peringati Hari Pendengaran Sedunia Diharapkan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Jakarta, 7 Maret 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Maret, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menyelenggarakan Pekan Bakti Sosial Kesehatan THT. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu penuh ini, mulai tanggal 4 Maret hingga 10 Maret 2024, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran dan mendeteksi dini gangguan pendengaran.
Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pendengaran
Direktur Utama RSCM, dr. Budi Sampurno, Sp.PD-KEMD, menjelaskan bahwa gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan global yang signifikan. Banyak kasus gangguan pendengaran yang dapat dicegah dan diobati jika terdeteksi sejak dini. “Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan pendengaran secara berkala,” ujar dr. Budi dalam sambutannya pada pembukaan Pekan Bakti Sosial. Ia menambahkan bahwa deteksi dini sangat krusial untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas, baik secara fisik maupun psikososial.
Gangguan pendengaran, jika dibiarkan, dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang. Anak-anak dengan gangguan pendengaran dapat mengalami hambatan dalam perkembangan bicara dan bahasa, sementara orang dewasa dapat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan bahkan bekerja. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan pendengaran.
Rangkaian Kegiatan Pekan Bakti Sosial
Pekan Bakti Sosial Kesehatan THT di RSCM menawarkan berbagai kegiatan yang terintegrasi untuk menjangkau masyarakat luas. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan pendengaran gratis, penyuluhan kesehatan tentang pencegahan gangguan pendengaran, konsultasi dengan dokter spesialis THT-KL, dan demonstrasi penggunaan alat bantu dengar.
Pemeriksaan pendengaran gratis dilakukan oleh tim dokter dan tenaga medis berpengalaman dari RSCM. Mereka menggunakan alat-alat yang modern dan canggih untuk mendeteksi berbagai jenis gangguan pendengaran. Hasil pemeriksaan kemudian akan dijelaskan secara detail kepada pasien, beserta rekomendasi penanganan yang tepat.
Selain pemeriksaan, Pekan Bakti Sosial juga menyajikan serangkaian penyuluhan kesehatan yang informatif dan interaktif. Para peserta dapat mempelajari berbagai hal tentang anatomi telinga, faktor-faktor risiko gangguan pendengaran, cara mencegah gangguan pendengaran, serta pentingnya menjaga kebersihan telinga. Penyuluhan ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi dengan demonstrasi praktis.
Konsultasi dengan dokter spesialis THT-KL juga menjadi bagian penting dari Pekan Bakti Sosial. Pasien yang memiliki keluhan atau masalah pada pendengaran dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Konsultasi ini memberikan kesempatan bagi pasien untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan ahli.
Demonstrasi penggunaan alat bantu dengar juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang teknologi terkini dalam membantu mengatasi gangguan pendengaran. Para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana alat bantu dengar bekerja dan bagaimana cara penggunaannya yang benar.
Sasaran dan Harapan Pekan Bakti Sosial
Pekan Bakti Sosial Kesehatan THT ini menargetkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. RSCM berharap kegiatan ini dapat menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi dan latar belakang. Lokasi kegiatan yang strategis dan aksesibilitas yang mudah diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi.
dr. Anita Kusumawardhani, Sp.THT-KL, selaku ketua panitia Pekan Bakti Sosial, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran. “Kami berharap melalui Pekan Bakti Sosial ini, masyarakat lebih aware akan pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran dan menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegahnya,” jelasnya. Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menurunkan angka penderita gangguan pendengaran di Indonesia.
Kerja Sama Antar Lembaga
Pekan Bakti Sosial ini tidak hanya melibatkan tenaga medis dari RSCM, tetapi juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi profesi kesehatan, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta. Kerja sama ini sangat penting untuk menjamin keberhasilan kegiatan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dukungan dari berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kesehatan pendengaran masyarakat Indonesia.
Salah satu bentuk kerjasama yang terlihat adalah keterlibatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jakarta. IDI memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan turut serta dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Kerjasama seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung program-program kesehatan lainnya di masa mendatang.
Pentingnya Pencegahan
Selain deteksi dini, pencegahan juga menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan pendengaran. Beberapa tips pencegahan yang disarankan oleh para ahli antara lain: menghindari paparan suara keras secara berlebihan, menggunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising, menjaga kebersihan telinga, dan melakukan pemeriksaan pendengaran secara berkala.
Paparan suara keras, seperti suara musik yang terlalu kencang atau suara mesin industri, dapat merusak sel-sel rambut di dalam telinga bagian dalam yang berperan penting dalam proses pendengaran. Penggunaan pelindung telinga, seperti earplug atau earmuff, sangat dianjurkan saat berada di lingkungan yang bising untuk meminimalkan risiko kerusakan pendengaran.
Kebersihan telinga juga harus dijaga dengan baik untuk mencegah penumpukan kotoran yang dapat menyumbat saluran telinga dan mengganggu pendengaran. Namun, perlu diingat untuk tidak membersihkan telinga terlalu dalam dengan cotton bud, karena dapat mendorong kotoran lebih masuk ke dalam telinga dan bahkan dapat melukai saluran telinga.
Pemeriksaan pendengaran secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran atau sering terpapar suara bising, sangat disarankan untuk mendeteksi dini adanya gangguan pendengaran. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah dampak negatif yang lebih serius.
Kesimpulan
Pekan Bakti Sosial Kesehatan THT dalam rangka Hari Pendengaran Sedunia yang diselenggarakan oleh RSCM merupakan inisiatif yang sangat positif dan perlu diapresiasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran dan mendeteksi dini gangguan pendengaran. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan sejahtera.
Dengan adanya komitmen dari berbagai pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat sendiri, diharapkan angka penderita gangguan pendengaran di Indonesia dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.