Kades Kohod Tersangka Pagar Laut: Di Rumah, Tenang?

“`html

Daftar Isi

“`

Video Kondisi Kades Kohod setelah Jadi Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang, Masih Berada di Rumah

Kronologi Kasus dan Penetapan Tersangka

Kasus dugaan korupsi pembangunan pagar laut di Desa Kohod, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki babak baru. Pada tanggal 27 Oktober 2023, Kepala Desa (Kades) Kohod, berinisial S, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. Penetapan tersangka ini menyusul adanya temuan penyelewengan dana dalam proyek pembangunan pagar laut tersebut. Nilai proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2022 ini terbilang cukup besar, mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, tim penyidik menemukan bukti-bukti yang cukup untuk menetapkan S sebagai tersangka. Bukti-bukti tersebut antara lain berupa dokumen perencanaan proyek yang tidak lengkap, adanya mark-up harga material, serta ketidaksesuaian antara realisasi pembangunan dengan anggaran yang telah dialokasikan. Dugaan kerugian negara akibat perbuatan S pun diperkirakan cukup signifikan.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, melalui Kasi Intel, menyatakan bahwa S diduga telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman yang dihadapi S pun cukup berat, yaitu penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Kondisi Kades Kohod Pasca Penetapan Tersangka

Beredar sebuah video yang memperlihatkan kondisi Kades S pasca penetapannya sebagai tersangka. Dalam video tersebut, yang diduga direkam pada tanggal 28 Oktober 2023 di kediamannya di Desa Kohod, terlihat Kades S tampak tenang dan berada di rumahnya. Ia terlihat mengenakan pakaian sederhana dan tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Namun, raut wajahnya terlihat sedikit lesu dan tampak kelelahan.

Video tersebut juga menunjukkan suasana di sekitar rumah Kades S yang tampak normal. Aktivitas warga berjalan seperti biasa, tidak terlihat adanya kerumunan massa atau unjuk rasa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kohod masih menunggu proses hukum yang berjalan dan berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan adil.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kades S terkait penetapan tersangka dirinya. Pihak keluarga juga belum memberikan keterangan kepada media. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sendiri masih terus melakukan proses penyidikan dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Rencananya, Kades S akan segera menjalani pemeriksaan lanjutan.

Tanggapan Masyarakat Desa Kohod

Penetapan Kades S sebagai tersangka tentu mengejutkan warga Desa Kohod. Sebagian warga mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Kades yang selama ini dipercaya memimpin desa mereka. Namun, sebagian warga lain lebih memilih untuk menunggu proses hukum yang berlangsung dan berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan. Mereka berharap agar hak-hak mereka sebagai warga tetap terpenuhi dan pembangunan di Desa Kohod dapat tetap berjalan dengan lancar.

Beberapa warga yang ditemui di sekitar lokasi menyatakan bahwa mereka berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi para pemimpin desa lainnya agar selalu bertindak jujur dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan desa. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah terjadinya korupsi.

Di sisi lain, ada juga kekhawatiran di kalangan warga mengenai dampak dari kasus ini terhadap berbagai program pembangunan di Desa Kohod. Mereka berharap agar proses hukum tidak mengganggu jalannya program-program yang sudah direncanakan dan berjalan. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa pun menjadi taruhannya.

Proses Hukum yang Berjalan

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa proses hukum terhadap Kades S akan terus berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Mereka akan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Jika nantinya terbukti bersalah, Kades S akan dijerat dengan pasal-pasal yang telah disebutkan sebelumnya.

Proses hukum yang transparan dan adil sangat penting untuk memberikan rasa keadilan bagi semua pihak. Masyarakat Desa Kohod berharap agar kasus ini dapat menjadi contoh bagi penegak hukum dalam menangani kasus korupsi, terutama di tingkat desa. Keberanian dan konsistensi dalam menindak pelaku korupsi sangat diperlukan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Kesimpulan

Penetapan Kades Kohod sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pagar laut menjadi sorotan publik. Kondisi Kades S pasca penetapan tersangka, yang masih berada di rumahnya, menjadi bukti bahwa proses hukum masih terus berjalan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Masyarakat berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi. Ke depan, diharapkan agar pengelolaan keuangan desa semakin baik dan terhindar dari praktik-praktik korupsi. Peristiwa ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam penggunaan anggaran desa agar pembangunan di Desa Kohod dan desa-desa lainnya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan masyarakat. Semoga kasus ini dapat memberikan pembelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya para pemimpin desa agar selalu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh integritas dan kejujuran. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Exit mobile version